Artikel Misi

Empat Alasan Banyak Orang Tidak Bersaksi Secara Efektif

Mengapa begitu banyak orang percaya yang menganggap sangat sulit untuk berbicara tentang Yesus? Sebagian alasannya berasal dari cara kita membentuk tipe pemimpin gereja yang telah mengajarkan orang untuk bersaksi tentang Kristus. Izinkan saya mengatakan betapa bersyukurnya saya untuk begitu banyak orang yang telah mengajarkan saya banyak hal mengenai bagaimana memberitakan kabar baik. Pada saat yang sama, saya telah mengamati beberapa konsekuensi yang tidak diinginkan dari cara yang sering kita lakukan dalam mengemas pelatihan penginjilan kita. Berikut adalah empat alasan utama:

Kepada Allah dan Kaisar

Perdebatan mengenai ketaatan kepada Allah dan negara telah berlangsung selama lebih dari dua ribu tahun, dan masih sering diangkat pada masa ini. Perdebatan ini dimulai ketika Allah menciptakan manusia dan menempatkannya dalam sebuah masyarakat. Allah menyatakan kepada kita melalui firman-Nya bahwa pemerintahan dan wewenang yang mereka jalankan adalah milik-Nya. Itu sebabnya, Ia menginginkan kita untuk menjadi warga negara yang baik. Ada banyak pemimpin agama yang menanamkan kesan bahwa kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Mereka juga menyatakan bahwa menjadi seorang Kristen yang baik berarti tidak bisa menjadi warga negara yang baik. Maka, bagaimana cara kita memilah-milah pernyataan ini dan bereaksi terhadapnyalah yang terus menerus menjadi fokus dari kontroversi ini.

Kerajaan Menyerang Balik: Sepuluh Periode dari Sejarah Penebusan

Manusia sesungguhnya telah menghapus kisahnya sendiri. Sejauh catatan paleologis (kepurbakalaan) apa pun yang kita miliki, umat manusia telah begitu sering bertarung satu sama lain dan telah menghancurkan lebih dari 90 persen hasil karya mereka sendiri. Perpustakaan mereka, literatur mereka, kota-kota mereka, karya seni mereka, hampir seluruhnya sudah tiada. Bahkan, yang kecil yang tersisa dari masa lalu menunjukkan bukti-bukti kejahatan yang aneh dan menyeluruh, yang secara menjijikkan telah merusak potensi manusia. Ini aneh karena kelihatannya tidak ada spesies lain yang memperlakukan sesamanya dengan kebencian yang mematikan seperti itu. Tengkorak-tengkorak tertua merupakan saksi bisu bahwa mereka dihantam dengan keras dan dipanggang agar organ tubuhnya menjadi makanan bagi manusia lain.

Apa yang Dikatakan Perjanjian Lama Tentang Pelayanan Misi?

Misi ilahi adalah dasar dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan tentu saja menjadi dasar bagi pelayanan misi. Jadi, salah satu teks paling awal yang akan kita cermati berkaitan dengan hal itu adalah catatan yang terdapat dalam kitab Kejadian pasal 12 karena di dalam catatan itulah, kita menemukan penyataan Yahweh yang dahsyat kepada Abraham, yaitu ketika Ia menyingkapkan kepada Abraham janji kovenan yang dimulai dari pihak Allah. Di dalam kovenan itu, yang secara spesifik tercatat dalam Kejadian 12:1-3, Tuhan Allah membuat tiga janji kepada Abraham yang diulangi-Nya di beberapa peristiwa dalam kehidupan Abraham, Ishak, dan Yakub. Dalam janji-Nya itu, Allah mengatakan bahwa Ia akan memberkati Abraham secara personal. Dengan demikian, di dalam janji itu, kita dapat melihat adanya berkat yang unik; suatu berkat yang akan diterima oleh Abraham saja.

Tiga Cara untuk Mendoakan Para Misionaris

Para misionaris membutuhkan dukungan doa dari Anda. Saat ini juga, ada orang-orang yang bekerja bagi Tuhan di tempat-tempat yang sulit di setiap penjuru bumi ini, mereka berusaha menyebarkan Injil. Hasil dari upaya mereka itu sangat terkait erat dengan doa-doa yang ditujukan bagi mereka, dari orang-orang yang tidak berada di garis depan. Tentu saja, Allah kita adalah Allah yang berdaulat atas perkembangan pekabaran Injil, tetapi Ia tidak hanya merencanakan hasil akhir dari kehendak-Nya itu; Ia merencanakan bagaimana kehendak-Nya itu akan terlaksana, dan Ia memilih perkembangan pekabaran Injil melalui kuasa doa.

Subscribe to Artikel Misi