Artikel Misi

Misionaris Asing di Indonesia

Indonesia telah menjadi ladang pekerjaan misi semenjak abad ke-16. Hal itu terjadi seiring dengan kedatangan pedagang-pedagang Portugis ke wilayah nusantara untuk mencari rempah-rempah. Maluku menjadi wilayah pertama yang menghasilkan petobat baru, dengan dibaptisnya orang Katolik pertama, Kolano Mamuya (seorang kepala kampung), beserta seisi kampungnya setelah menerima pemberitaan Injil dari Gonzalo Veloso pada tahun 1534. Lalu, terjadilah gelombang kedatangan biarawan-biarawan Fransiskan dan Fransiskus Xaverius untuk menginjili Kepulauan Ambon, Saparua, dan Ternate. Indonesia Timur, dengan demikian, menjadi wilayah Indonesia yang pertama-tama mengenal terang keselamatan dari Tuhan. Sebagai dampak dari hal tersebut, Indonesia Timur saat ini menjadi wilayah yang memiliki jumlah populasi dengan angka kekristenan tertinggi di Indonesia. Kemudian, setelah VOC, yang dikuasai oleh golongan Protestan, memukul mundur kekuasan Portugis di Indonesia, gereja Katolik dilarang berkarya di berbagai wilayah, kecuali di wilayah Flores dan Timor, yang tidak termasuk dalam wilayah VOC.

Injil di Asia

Kemajuan Injil di Asia selama abad terakhir ini luar biasa. Gereja-gereja Kristen bertumbuh dan berkembang di negara-negara, seperti: Singapura, Malaysia, Taiwan, dan tentu saja Korea Selatan, yang menyombongkan diri memiliki beberapa gereja terbesar di seluruh dunia. Namun, Injil juga berakar di negara-negara yang mungkin tidak kita duga.

Kapan Yesus Lahir?

Sejak pertengahan bulan November, suasana Natal sudah mulai dihembuskan oleh pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar. Pada saat itu, gereja sendiri mungkin baru membentuk panitia Natal. Seakan tidak mau kehilangan waktu, dunia bisnis, melalui dekorasi pohon cemara bersalju, rusa, dan kereta salju serta bingkisan hadiah memberikan dorongan psikologis kepada calon pembeli untuk segera berbelanja. Suasana serba putih yang diciptakan dari tahun ke tahun itu juga membentuk citra bahwa Kristus lahir pada musim dingin yang bersalju di kota kecil bernama Betlehem.

Multimedia: Sebuah Pengalaman dari India

"Nggak mau ... hari ini aku nggak mau pergi sekolah, Ma!" Dan mulai menangis ketika ibunya mulai memakaikan seragam sekolah kepadanya. "Oke, Nak," ibunya setuju, "Kamu boleh tidak pergi tapi kamu juga tidak boleh mendengarkan musik Balalokam lagi." Ibunya tahu bahwa inilah jalan satu-satunya untuk membujuk putranya yang baru berusia 6 tahun itu supaya mau bersekolah. Selama sebulan ini, Dan memang sedang terobsesi dengan Balalokam, sebuah kaset audio untuk anak- anak yang dibelikan ayahnya. Kaset itu menampilkan musik dan cerita dalam bahasa Malayalam, salah satu bahasa daerah di India. Dan pun berubah pikiran dan memutuskan untuk mau bersekolah kembali.

Subscribe to Artikel Misi