Kesaksian Fatima

"Namaku adalah Fatima. Aku dilahirkan di Maroko dari latar belakang Barbar. Orang tuaku memiliki sebelas anak dan kami semua adalah Muslim. Sejak umur dua belas tahun, aku telah berpuasa dan berdoa setiap hari dengan ayahku. Keluarga kami datang untuk tinggal di Perancis pada tahun 1972. Orang tuaku sering bertengkar dan dari waktu ke waktu mereka menjadi kejam satu sama lain. Adik-adik lelakiku telah menjadi takut dan aku menjadi putus asa terhadap perubahan hidup keluargaku ini.

Selama beberapa tahun, aku berdoa dengan segenap hatiku dan sering aku katakan kepada Tuhan, "Jika Engkau tidak memperkenalkan diri-Mu kepadaku, aku tidak akan mempercayai-Mu lagi." Setelah itu aku bermimpi. Aku melihat seseorang yang berkata kepadaku, "Cobalah mendaki gunung ini." Setelah berusaha beberapa kali, aku melihat seorang laki-laki yang baik, berpakaian putih berkilauan. Ia menunjukkan kepadaku orang-orang yang bahagia dan penuh dengan damai. Aku ingin tinggal di sana untuk selamanya. Namun ada seorang lain yang masih sedih dan tidak bahagia. Aku berkata kepada laki-laki baik itu, "Bukankah kamu dapat melakukan sesuatu kepada orang ini?" Ia menjawab, "Kamu tidak dapat memahaminya sekarang, tetapi kamu akan memahaminya kemudian." Ketika bangun, aku heran, apakah itu sungguh suatu mimpi atau kenyataan.

Hari berikutnya, aku menjelaskan mimpi itu kepada seluruh keluargaku, tetapi mereka tidak mempercayainya dan menyuruhku untuk diam. Aku tetap menyimpan ini dalam hati dan berharap suatu hari nanti, apa yang telah dikatakan oleh pria itu akan menjadi kenyataan. Sejak kehidupan dalam keluargaku menjadi semakin sulit, aku memutuskan untuk mengikuti beberapa pelatihan kerja, sekaligus sebagai cara untuk meninggalkan rumah guna menikmati kebebasan beberapa saat. Walaupun sudah menikmati kebebasan yang baru ini, aku tetap tidak puas dan tidak bahagia dengan hidup ini. Dalam waktu singkat, aku menjadi sangat tertekan, sampai akhirnya aku membulatkan tekad untuk mengakhiri hidupku.

Pada saat itu, ada sepasang suami istri yang tinggal dekat dengan tempatku. Mereka berbicara kepadaku mengenai kasih Tuhan dan mengajakku ke pertemuan Kristen. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mendengar khotbah Injil dan aku dijamah oleh kehadiran Tuhan di tengah umat percaya. Aku kembali secara teratur untuk mendengar lebih lagi tentang Injil dan bersekutu dengan orang percaya yang telah banyak berbuat baik kepadaku. Untuk dapat memahami lebih lagi tentang Tuhan Yesus, maka aku membaca Alkitab secara teratur di rumah pada malam hari.

"Aku memahami bahwa hanya Tuhan Yesus satu-satunya yang dapat menyelamatkanku dengan sempurna dan memberikan hidup yang abadi kepadaku. Aku ingin bersaksi kepada keluargaku mengenai Tuhan Yesus, tetapi dengan cepat aku mendapat penolakan dari ibuku. Setelah melewati berbagai kesulitan dari anggota keluargaku, akhirnya aku dapat dengan mudah berhasil membagikan pengalamanku dengan Tuhan Yesus kepada semua saudara-saudaraku. Banyak tahun sudah kulalui dan aku sangat berbahagia untuk melayani Tuhan."

Diambil dari:

Nama situs : SABDA.org: Arsip 40 Hari Doa
Judul artikel : [40-Hari-2005][x11] Kesaksian Fatima, Senin, 17 Oktober 2005
Alamat URL : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/2005/10-17/
Arsip 40 Hari Doa : http://www.sabda.org/publikasi/40hari/

e-JEMMi 28/2008

Kategori

Kolom Publikasi

  • Kesaksian Fatima
  • Konversi Kristen
  • Injil
  • Yesus Kristus
  • Perjuangan Keluarga
  • Latar belakang dan kesulitan keluarga: Fatima tumbuh besar di Maroko dalam lingkungan Muslim, namun menghadapi keretakan dan ketidakbahagiaan yang mendalam dalam keluarganya saat tinggal di Perancis.
  • Pengalaman mistik: Ia pernah memiliki mimpi yang mengajaknya mendaki gunung dan melihat sosok yang membimbing menuju tempat bahagia, yang awalnya tidak dipercayai oleh keluarganya.
  • Titik krisis hidup: Kondisi mentalnya memburuk hingga mencapai depresi berat dan hampir mengakhiri hidupnya.
  • Pertemuan spiritual dan pertobatan: Ia menemukan perubahan hidup setelah bertemu dengan pasangan Kristen dan pertama kali mendengar khotbah Injil, yang membawanya kepada Tuhan.
  • Komitmen pada iman Kristen: Setelah mempelajari Alkitab, ia yakin bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya penyelamat dan berhasil bersaksi tentang imannya kepada keluarganya.

Fatima berbagi kesaksian hidupnya yang dimulai dari latar belakang keluarga Muslim di Maroko yang bermigrasi ke Perancis. Ia melalui masa-masa sulit dalam lingkungan keluarga yang penuh konflik hingga mencapai titik depresi berat. Titik baliknya terjadi ketika ia bertemu sepasang suami istri dan untuk pertama kalinya mendengarkan khotbah Injil, yang membawanya pada keyakinan baru. Setelah mempelajari Alkitab secara teratur, Fatima meyakini bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya penyelamat. Meskipun menghadapi penolakan dari anggota keluarganya, ia berhasil menyebarkan pengalamannya dengan Tuhan Yesus kepada saudara-saudaranya, menemukan kebahagiaan dalam melayani Tuhan.