Kemarahan karena gambar karikatur Muhammad masih meledak di Turki, bangsa yang paling belum dijangkau di dunia. Penganut agama non- Kristen meliputi 99,7% dari jumlah penduduknya yang 70 juta orang. Meski pemerintah Turki lebih sekuler, Behnan Konutgan dari IN Network mengatakan, "Orang-orang itu tidak sekuler dan mereka membenci orang Kristen, dan karenanya orang Kristen menjadi takut."
Mereka juga semakin takut karena ada kabar seorang pastor Katolik telah dibunuh dalam kekerasan akibat karikatur tersebut." Konutgan mengatakan bahwa gereja dipanggil untuk mengasihi. "Jadi gereja harus mengampuni mereka, gereja harus menjadi harapan bagi orang- orang itu, gereja harus mengasihi mereka dan berdoa bagi mereka." Hanya ada 3 ribu jemaat Evangelikal Kristen di Turki, namun Konutgan mengatakan bahwa mereka adalah pusat dari pekabaran Injil. "Menjalin hubungan adalah kuncinya, hal itu sangat penting. Ketika orang-orang tahu bahwa Anda mengasihi mereka, Anda memperhatikan mereka, maka mereka akan memahami Anda, dan kemudian mereka juga akan mau mendengarkan Anda. Jika Anda tidak mengasihi mereka, jika Anda tidak peduli, maka mereka pun tidak akan mau mendengarkan Anda. Jadi, menjalin hubungan adalah sesuatu yang sangat penting.
[Sumber: Mission Network News, March 2006
Pokok Doa:
- Jemaat Kristen di Turki membutuhkan tempat-tempat agar bisa dilatih dan melatih orang lain untuk terlibat dalam pelayanan. Berdoa agar mereka menemukan tempat-tempat tersebut dan dapat menjalin komunikasi yang baik dan penuh kasih dengan orang-orang di sekitar mereka.
- Jangan lupa untuk mendoakan orang-orang yang belum percaya agar Roh Allah melembutkan hati mereka dan mereka bisa melihat kasih Allah yang dinyatakan oleh jemaat Kristen di Turki.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Turki
- Konflik Agama
- Misi Kristen
- Evangelisasi
- Hubungan Kasih (Relationship Building)
- Pengampunan
- Tegangnya suasana sosial di Turki dipicu oleh isu sensitif keagamaan, seperti karikatur Muhammad, yang menyebabkan konflik dan ketakutan di kalangan umat Kristen.
- Turki merupakan kawasan dengan populasi mayoritas non-Kristen yang sangat besar dan menunjukkan sikap permusuhan terhadap umat Kristen, menuntut pendekatan misi yang hati-hati.
- Strategi pelayanan yang paling ditekankan adalah melalui pembangunan hubungan (relasi) yang didasari kasih dan perhatian, karena kedekatan relasional adalah kunci agar orang-orang mau mendengarkan pesan Injil.
- Jemaat Kristen di Turki membutuhkan tempat dan kesempatan untuk pelatihan pelayanan agar dapat menjalin komunikasi yang penuh kasih dengan masyarakat sekitar, serta membutuhkan doa bagi hati non-percaya agar dilembutkan Roh Allah.
Situasi di Turki pada tahun 2006 ditandai oleh gejolak sosial yang signifikan yang dipicu oleh kontroversi gambar karikatur Muhammad. Negara ini merupakan wilayah yang belum banyak terjangkau misionaris, di mana 99,7% penduduknya beragama non-Kristen. Meskipun pemerintahnya sekuler, komunitas non-Kristen dilaporkan menunjukkan permusuhan terhadap umat Kristen, menciptakan rasa takut. Dalam menghadapi tantangan ini, pesan utamanya adalah bahwa gereja harus merespons bukan dengan konfrontasi, melainkan dengan kasih, pengampunan, dan menjadi sumber harapan. Strategi paling krusial dalam pelayanan adalah menjalin hubungan yang tulus dan penuh perhatian, karena pendekatan relasional ini penting agar orang-orang di sekitar mau menerima pesan Injil.