Fenomena tentara anak-anak terus berlanjut. Masih ada sebanyak
300.000 anak dijadikan tentara aktif di 20 pertempuran. Masalah yang
lebih besar muncul selama "damai" dimana usaha-usaha pemulihan di
berbagai daerah perang tidak terselesaikan.
Perwakilan dari "Book of
Hope" mengatakan bahwa Injil memegang peranan penting dalam masalah
ini di Sierra Leone. "Saat ini, anak-anak itu memiliki fasilitas
pemulihan yang sangat sedikit bagi mereka. Jadi kebutuhan akan pesan
yang berpengharapan adalah sangat penting. Bersyukur, pintu-pintu
terbuka, para pemimpin pemerintahan sebenarnya meminta kami untuk
datang dan membantu dalam situasi seperti ini." Perwakilan itu
mengatakan bahwa tim mereka telah melatih dan melengkapi lebih dari
100 pemimpin gereja. "Mereka dapat melatih lebih dari 100 pendeta
dan pemimpin gereja. Mereka bisa mengarahkan para pekerja yang baru
dilatih tersebut untuk melayani pada 19 sekolah dimana mereka akan
mendistribusikan 21.000 buku. Hanya ada sedikit buku pelajaran yang
tersedia, jadi guru bisa segera mulai menggunakan "Book of Hope"
untuk mengajar di kelas."
Sumber: Mission Network News, December 20th, 2004
- Doakan organisasi "Book of Hope" dalam melakukan pelayanannya
untuk menjangkau anak-anak di Sierra Leone. - Berdoa supaya melalui pelayanan tersebut bisa memulihkan kondisi
anak-anak di Sierra Leone dan mereka mempunyai kesempatan untuk
mengenal Yesus.
e-JEMMi 01/2005
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Sierra Leone
- Tentara anak-anak
- Book of Hope
- Pemulihan pasca-perang
- Pelayanan Injil
- Pendidikan
- Fenomena tentara anak-anak masih menjadi masalah serius di Sierra Leone, dengan jumlah besar anak yang terlibat dalam konflik.
- Usaha pemulihan pasca-perang di berbagai wilayah masih belum selesai dan membutuhkan bantuan signifikan.
- Organisasi "Book of Hope" memberikan peran krusial dengan menyediakan dukungan spiritual melalui pesan Injil sebagai sumber harapan.
- Pelayanan mereka mencakup pelatihan lebih dari 100 pemimpin gereja serta distribusi 21.000 buku pelajaran di 19 sekolah untuk mendukung pendidikan.
Pada tahun 2005, Sierra Leone masih berjuang menghadapi masalah kemanusiaan besar, ditandai dengan kelanjutan fenomena tentara anak-anak dan kegagalan menyelesaikan upaya pemulihan pasca-perang di berbagai daerah. Menanggapi situasi ini, organisasi "Book of Hope" berperan penting dengan menyalurkan pesan harapan melalui Injil, mengingat sedikitnya fasilitas pemulihan bagi anak-anak. Selain melatih lebih dari 100 pemimpin gereja, tim mereka juga mendukung sektor pendidikan dengan mendistribusikan 21.000 buku pelajaran di 19 sekolah, memastikan anak-anak memiliki sarana belajar untuk memulihkan kondisi fisik dan spiritual mereka.