Direktur FEBC-Mongolia dan Presiden Wind FM, Bat Tuvshintsengel, mengatakan, "Pada dasarnya kami terbeban menjangkau para pendengar yang tidak memiliki konsep tentang Tuhan dan tidak memiliki konsep tentang keselamatan. Karena di sana kami rindu membangun semacam jalan masuk untuk menjangkau mereka bagi Kristus. Kami akan bekerja sama dengan gereja-gereja setempat dan mencoba mengajak mereka terlibat dalam penyebaran Injil."
Sejak tahun 1997, sudah ada kegerakan dahsyat atas orang-orang Kristen di Mongolia. Kini, jumlah penduduk Kristen di sana terus bertambah dari yang awalnya tidak ada hingga mencapai lebih dari 40.000 jiwa. Tuvshintsengel mengatakan bahwa tantangan semakin nyata. "Gereja memang semakin berkembang luas dalam penginjilan. Namun dalam hal pemuridan, kapasitas kami, misalnya di bidang kepemimpinan, terbilang masih sangat kurang. Oleh sebab itu, gereja menargetkan untuk memuridkan 10% penduduk Mongolia menjadi murid Yesus Kristus sebelum tahun 2020."
Menurut Tuvshintsengel, radio merupakan kunci untuk usaha ini. "Mongolia memiliki 21 propinsi, jadi ada beberapa titik pusat di mana kami dapat membangun stasiun radio, misalnya stasiun FM. Dengan begitu kami dapat menjangkau kira-kira 80.000 (orang) di masing-masing desa."
Wind FM mengudara di ibu kota Ulaambaatar, menjangkau lebih dari satu juta orang. Tuvshintsengel mengungkapkan bahwa mereka juga mengadakan siaran di stasiun radio lain di provinsi Hentij. "Sebenarnya kami bekerja bersama dengan gereja lokal sambil menyatukan program-program kami. Usaha kami ini mendapat banyak respons. Hal itu merupakan sebuah tanda bagi kami untuk melakukan hal yang sama di dua puluh provinsi lainnya."
Tuvshintsengel menggambarkan beberapa respons yang diterima oleh Wind FM. "Kami menerima pertanyaan dari orang-orang yang sangat marah yang bertanya, `Mengapa Anda membicarakan tentang agama asing?` Tapi selanjutnya kami menerima beberapa pesan yang bertanya, `Di mana kami bisa memeroleh Alkitab? Saya ingin masuk ke gereja dan mengujinya.`"
Meskipun demikian, negara Mongolia bukanlah akhir dari visi mereka. Tuvshintsengel mengatakan bahwa Mongolia bagian dalam, yaitu Cina, adalah sasaran mereka selanjutnya. "Ada enam juta orang Mongolia yang tinggal di Cina yang tidak memiliki kesempatan terbuka untuk mendengar Injil. Oleh karena itu, kami ingin menjangkau mereka melalui gelombang radio. Saat ini gelombang radio masih sangat mendominasi."
Sekarang sedang dilakukan perekrutan orang Kristen yang dapat menyiarkan siaran radio dengan menggunakan dialek Cina. Untuk memiliki jam siar di beberapa stasiun radio perlu pendanaan, tapi membeli peralatan untuk mendirikan stasiun radio di daerah ini juga perlu. (t/Setyo)
| Diterjemahkan dari | : | Mission News Network, Mei 2008 |
| Alamat URL | : | http://www.MNNonline.org/article/11185 |
Pokok doa:
-
Mengucap syukur untuk gereja-gereja Tuhan di Mongolia yang terbeban untuk menjangkau mereka yang belum mengalami kasih Kristus. Doakan agar Tuhan menanamkan kerinduan menjalankan misi Tuhan Yesus: "Membawa lebih banyak jiwa bagi kerajaan-Nya".
-
Dukung dalam doa program siaran radio dalam dialek Cina sebagai media untuk menginjili masyarakat Mongolia secara luas, agar Tuhan mencukupkan segala keperluan yang dibutuhkan, baik dana maupun sumber daya manusianya.
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Mongolia
- Penginjilan
- Pendisiplinan
- Radio/Siaran Radio
- Misi Kristen
- Mongolia dalam Cina
- Pertumbuhan umat Kristen di Mongolia sangat pesat sejak tahun 1997, namun tantangan terbesar saat ini adalah memperkuat aspek pendisiplinan dan kepemimpinan, bukan hanya penginjilan semata.
- Gereja menargetkan untuk memuridkan 10% penduduk Mongolia menjadi murid Yesus Kristus sebelum tahun 2020.
- Media radio (stasiun FM) dipandang sebagai kunci utama dalam usaha misi ini karena kemampuannya menjangkau populasi yang besar dan tersebar di berbagai provinsi.
- Visi pelayanan tidak terbatas di Mongolia, melainkan juga berencana menjangkau enam juta orang Mongol di Tiongkok bagian dalam melalui gelombang radio.
- Upaya perluasan misi ini sangat membutuhkan dukungan pendanaan, peralatan, dan perekrutan sumber daya manusia untuk siaran dalam dialek Tiongkok.
Artikel ini merangkum upaya dan tantangan pelayanan misi Kristen di Mongolia. Meskipun jumlah umat Kristen telah tumbuh pesat menjadi lebih dari 40.000 jiwa sejak tahun 1997, fokus utama misi kini beralih dari penginjilan menjadi pendisiplinan, dengan target memuridkan 10% populasi Mongolia sebelum tahun 2020. Untuk mencapai target ini, radio dianggap sebagai media kunci untuk memperluas jangkauan ke seluruh provinsi. Selain fokus di Mongolia, para pelayan juga berencana memperluas visi mereka menjangkau enam juta orang Mongolia yang tinggal di Cina bagian dalam, yang juga akan dilakukan melalui gelombang radio, namun upaya ini membutuhkan pendanaan dan sumber daya yang signifikan.