Konflik berkepanjangan yang terjadi di Sri Lanka telah membuat 300 ribu orang Tamil mengungsi. Sebanyak 90 ribu dari jumlah tersebut adalah anak-anak, wanita hamil, para lansia, dan banyak orang lainnya yang menderita luka-luka dan trauma, yang tinggal di kamp pengungsian penuh sesak di daerah utara dan sangat membutuhkan makanan, bantuan kesehatan, dan kebutuhan pokok lain. Meski menjadi kaum minoritas, komunitas Kristen dengan penuh pengorbanan memberi demi memenuhi kebutuhan tersebut. Meski demikian, mereka juga mengharapkan bantuan internasional. Tim relawan mengatakan bahwa kamp tersebut bisa menjadi sumber penyakit. Ancaman terjangan hujan muson dan tidak cukupnya sanitasi membuat puluhan ribu orang berrisiko terkena penyakit. Tidak jelas kapan pemerintah akan mengizinkan mereka kembali ke rumah masing-masing. (t/Dian)
Diterjemahkan dari:
| Nama buletin | : | Body Life, Edisi Juli 2009, Volume 27, No. 7 |
| Nama kolom | : | World Christian Report |
| Judul asli artikel | : | Sri Lanka: Suffering Not Over |
| Penerbit | : | 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena |
| Halaman | : | 1 |
Pokok Doa:
-
Mengucap syukur untuk keberadaan orang-orang percaya di Sri Lanka, meskipun dalam kondisi serbakekurangan, mereka tetap menyisihkan sebagian harta mereka untuk membantu mereka yang kekurangan di Sri Lanka.
-
Doakan untuk para pengungsi Tamil Sri Lanka yang kondisinya sangat memprihatinkan, agar Tuhan melindungi mereka. Doakan juga bagi pemerintah Sri Lanka, agar segera mengambil tindakan guna mengatasi masalah tersebut.
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Sri Lanka
- Pengungsi Tamil
- Konflik kemanusiaan
- Kamp pengungsian
- Bantuan internasional
- Kesehatan
- Terdapat 300.000 pengungsi Tamil yang mengungsi akibat konflik berkepanjangan di Sri Lanka, banyak di antaranya adalah kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
- Para pengungsi hidup dalam kondisi sangat sulit di kamp pengungsian yang penuh sesak, sangat membutuhkan makanan, bantuan kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya.
- Kondisi sanitasi yang buruk serta ancaman cuaca membuat kamp pengungsian berisiko tinggi mengalami penyebaran penyakit.
- Meskipun ada pengorbanan dari komunitas Kristen setempat, bantuan internasional sangat dibutuhkan agar kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi.
- Nasib para pengungsi masih tidak menentu karena belum ada kepastian kapan pemerintah Sri Lanka akan mengizinkan mereka kembali ke rumah masing-masing.
Konflik berkepanjangan di Sri Lanka menyebabkan sekitar 300.000 orang Tamil terpaksa mengungsi, termasuk sejumlah anak-anak, wanita hamil, dan lansia yang mengalami trauma dan kekurangan kebutuhan pokok. Mereka tinggal di kamp pengungsian yang padat di daerah utara, menghadapi risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk dan ancaman hujan muson. Meskipun masyarakat Kristen lokal telah berupaya memberikan bantuan, mereka sangat membutuhkan uluran tangan bantuan internasional, sementara status kepulangan mereka ke rumah masing-masing masih belum jelas dari pihak pemerintah.