Alasan mengapa Dia dihujat dan dipermalukan adalah karena penghinaan kita ditimpakan pada-Nya. Jika saja semangat kita untuk memberitakan Injil sebesar semangat kita untuk membela hak-hak kita, dunia ini akan jauh berbeda! Tuhan Yesus menghormati Bapa-Nya melalui ketaatan-Nya sampai mati. Dia telah mengangkat rasa hina dan rasa bersalah kita. Mari kita hidup dengan cara di mana kita menghormati Tuhan dengan kata-kata dan perbuatan kita."
Roland Muller adalah penulis dari beberapa buku misi. Dua bukunya: "Honor and Shame: Unlocking the Door", dan "The Messenger, The Message and the Community" yang isinya menjajaki lebih jauh topik mengenai kebudayaan berdasarkan rasa hina. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, kunjungi situsnya.
Edisi e-JEMMi
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Roland Muller
- Pemberitaan Injil
- Rasa Hina (Shame)
- Etika Kebudayaan
- Buku Misi
- Pengabdian untuk memberitakan Injil harus menjadi prioritas utama di atas upaya membela hak-hak pribadi.
- Menghormati Tuhan dapat dicapai melalui ketaatan total dalam hidup, meneladani kasih Kristus yang rela menderita sampai mati.
- Umat harus menjalani hidup dengan cara yang menghormati Tuhan, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
- "Roland Muller" adalah penulis buku misi yang fokus meneliti kebudayaan, khususnya topik yang berkaitan dengan rasa hina (shame).
Artikel ini memuat pesan rohani tentang pentingnya mengutamakan semangat memberitakan Injil daripada membela hak-hak pribadi, serta mengajarkan bahwa penghormatan kepada Tuhan harus diwujudkan melalui ketaatan dalam kata-kata dan perbuatan, seperti yang dicontohkan oleh Yesus Kristus. Selain itu, artikel ini juga memperkenalkan Roland Muller, seorang penulis buku misi yang karyanya, termasuk "Honor and Shame: Unlocking the Door", mengeksplorasi secara mendalam topik kebudayaan yang berhubungan dengan konsep rasa hina.