Rochunga Pudaite
Panggilan: Rochunga Pudaite
Masa Hidup: 1927 — 2015
Latar Belakang
Rochunga Pudaite lahir pada tahun 1927 di Senvon, sebuah desa terpencil di Manipur, India. Ayahnya, Chawnga, membawa pengaruh besar dalam hidupnya untuk menjadi penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Hmar. Rochunga menempuh pendidikan di berbagai institusi, termasuk Wheaton College di Illinois, di mana ia mendirikan organisasi "Bibles for the World." Organisasi ini memfokuskan pada penerjemahan Alkitab ke bahasa-bahasa suku, serta distribusi ke berbagai wilayah dunia.
Warisan Pelayanan
Melalui "Bibles for the World," Rochunga menginspirasi banyak orang untuk melibatkan diri dalam misi penerjemahan dan distribusi Alkitab. Ia membawa Alkitab ke komunitas yang sebelumnya tidak terjangkau, mempromosikan persatuan dan transformasi spiritual. Pelayanannya berdampak secara global, menjangkau masyarakat miskin dan suku-suku terpencil, terutama di negara-negara berkembang.
- Log in to post comments
- Rochunga Pudaite
- Misionaris
- Penerjemahan Alkitab
- Bibles for the World
- Manipur
- Rochunga Pudaite adalah tokoh misionaris yang lahir di Senvon, Manipur, India, dan aktif pada tahun 1927 hingga 2015.
- Setelah menempuh pendidikan di Wheaton College, ia mendirikan organisasi "Bibles for the World."
- Fokus utama pelayanannya adalah penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa suku dan distribusi kitab suci ke wilayah-wilayah dunia.
- Dampak pelayanannya bersifat global, menjangkau komunitas miskin dan suku terpencil di negara-negara berkembang.
Rochunga Pudaite (1927–2015) adalah tokoh misionaris asal Senvon, Manipur, India, yang mendedikasikan hidupnya untuk penerjemahan dan distribusi Alkitab secara global. Terinspirasi oleh keluarganya, ia menempuh pendidikan di Wheaton College, Illinois, dan mendirikan organisasi bernama "Bibles for the World." Melalui dedikasinya, Rochunga berhasil menerjemahkan Alkitab ke berbagai bahasa suku dan menjangkau komunitas yang sebelumnya tidak terjangkau. Pelayanannya berdampak global, menyasar masyarakat miskin dan suku terpencil di negara-negara berkembang, serta mempromosikan persatuan dan transformasi spiritual di seluruh dunia.