Papua Nugini Tahun 2005

Masyarakat Mibu sekarang sedang menentukan pilihannya saat Firman Tuhan menantang pemahaman yang telah mengakar dalam pikiran mereka.



Seorang penganut animisme seringkali tidak memiliki masalah dalam menerima kepercayaan yang berbeda karena mereka menganggap semuanya adalah sama-sama benar.

Akan tetapi, beberapa orang Mibu sekarang sedang mengalami pergumulan sejak para misionaris mengajarkan tentang penciptaan serta penekanan pada pengajaran Alkitab dan bahwa kepercayaan yang dianut orang Mibu selama ini tidaklah tepat. Orang Mibu sendiri mempercayai bahwa tiap-tiap suku mereka berasal dari berbagai macam tumbuhan dan binatang.



Pengajaran yang memperkenalkan cara pandang yang berbeda tersebut telah mengakibatkan beberapa orang Mibu berhenti mendengarkan pengajaran Alkitab yang dibawakan misionaris Chris Walker dan Joey Tartaglia tersebut. Namun beberapa dari mereka, ada juga yang tetap kembali untuk menyimak lebih lanjut.



Para misionaris itu tidak hanya mensharingkan Firman Tuhan di desa orang Mibu, mereka juga melakukannya di desa Beng. Mereka mengajar selama seminggu di tiap desa dan banyak orang rela pergi bolak-balik untuk mendengarkan pengajaran itu di dua tempat.



Orang-orang tersebut menanyakan banyak pertanyaan selama pertemuan berlangsung, namun para wanita merasa lebih nyaman menyampaikan pertanyaan-pertanyaan mereka pada Brooke Tartaglia dan Angie Walker seusai pertemuan tersebut ketimbang harus berbicara langsung di depan forum.



Selain mengajar, Chris juga menerjemahkan Alkitab dalam bahasa orang Mibu, sementara Joey dan Brooke juga terlibat dalam melatih masyarakat Mibu agar bisa membaca dan menulis dalam bahasa mereka sendiri. Mereka telah melatih pria-pria Mibu untuk menjadi guru baca tulis dan membagi orang Mibu tersebut dalam dua kelas -- satu kelas untuk mereka yang telah sempat mengenyam pendidikan, sementara kelas lainnya untuk mereka yang bahkan belum tahu cara menggunakan alat tulis.



[Sumber: Get Info -- New Tribes Mission, Desember 9th, 2005]

Pokok Doa:

  1. Doakan masyarakat Mibu agar dapat terbuka hati dan pikirannya untuk percaya pada Firman Tuhan.
  2. Doakan pelayanan penerjemahan Alkitab dan pelajaran baca tulis yang diberikan oleh para misionaris kepada masyarakat Mibu. Berdoa agar mereka juga diberi hikmat dalam menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Mibu dan mengajarkannya kepada masyarakat setempat.

e-JEMMi 51/2005

Kategori

  • Papua Nugini
  • Masyarakat Mibu
  • Misionaris
  • Animisme
  • Alkitab
  • Literasi
  • Penerjemahan Bahasa
  • Masyarakat Mibu menghadapi pergumulan antara kepercayaan animisme tradisional mereka dengan pengajaran Alkitab dari para misionaris.
  • Para misionaris melaksanakan pelayanan pengajaran dan penerjemahan Alkitab di dua desa (Mibu dan Beng).
  • Upaya misionaris meluas hingga pelatihan literasi, termasuk melatih pria Mibu untuk membaca dan menulis, membagi mereka menjadi kelas berdasarkan tingkat pendidikan.
  • Komunitas Mibu menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengajaran, meskipun sebagian orang sempat berhenti mendengarkan ajaran baru.

Pada tahun 2005, masyarakat Mibu di Papua Nugini tengah mengalami pergumulan spiritual karena ajaran Alkitab yang dibawa oleh para misionaris, yang menantang kepercayaan animisme tradisional mereka mengenai asal usul suku. Meskipun menghadapi perbedaan pandangan, para misionaris tidak hanya menyebarkan Firman Tuhan di desa Mibu dan Beng, tetapi juga giat menjalankan program literasi; mereka menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Mibu dan melatih pria lokal untuk membaca dan menulis, dengan harapan masyarakat Mibu dapat membuka hati mereka terhadap kebenaran Firman Tuhan.