"Pertemuan doa yang diadakan oleh sebuah gereja protestan pada Minggu sore bulan Oktober di kota Aral digerebek oleh polisi dan polisi rahasia tanpa surat perintah," kata seorang jemaat gereja kepada Forum 18 News Service.
Para polisi mendokumentasikan kejadian itu tanpa persetujuan jemaat gereja, memanggil tujuh orang dari mereka ke kantor polisi, dan mencoba untuk menuntut pemimpinnya untuk biaya administrasi. Pemimpin jemaat itu telah dibebaskan pada bulan Desember 2008. Di tempat lain, di Taraz, polisi rahasia menuntut pendeta Protestan dengan tuduhan telah melakukan kejahatan berat, yakni "menghasut munculnya ketidaktoleransian beragama" dalam dua khotbah yang ia sampaikan.
Hukum agama baru yang semakin mengekang, yang mana untuk pertama kalinya secara terang-terangan melarang semua kegiatan keagamaan yang tidak terdaftar, telah mendapat izin kedua badan Parlemen Kazakhstan dan telah dikirim kepada Presiden Nursultan Nazarbaev untuk ditandatangani. Hukum ini juga akan melarang siapa pun yang membagikan keyakinan mereka tanpa izin tertulis dari asosiasi keagamaan yang sah dan surat izin menjadi misionaris. Hukum ini juga mengharuskan adanya izin dari kedua orang tua untuk anak-anak yang akan menghadiri acara keagamaan. Kelompok kecil keagamaan tidak diizinkan melakukan aktivitas penginjilan dan hanya dapat melakukan kegiatan keagamaan dengan anggota yang ada; mereka tidak diizinkan beribadah di tempat terbuka yang dapat dilihat oleh orang banyak. Hukum itu sangat dikecam oleh banyak komunitas keagamaan Kazakhstan yang takut akan timbulnya aturan-aturan yang semakin mengekang jika hukum itu diberlakukan.
Diterjemahkan dari:
| Nama buletin | : | Body Life, edisi January 2009 Volume 27, nomor 1 |
| Nama kolom | : | World Christian Report |
| Judul asli artikel | : | Kazakhstan: Secret Police Raid, Film, and Investigate Believers |
| Penerbit | : | 120 Fellowship adult class at Lake Avenue Church, Pasadena |
| Halaman | : | 3 |
Pokok doa:
- Peraturan keagamaan yang baru dikeluarkan oleh permerintah Kazakhstan menyebabkan keberadaan orang percaya di Kazakhstan cukup terkekang kebebasannya; kegiatan ibadah sangat dibatasi. Doakan agar kondisi ini tidak menyebabkan orang percaya di sana menjadi undur dari Tuhan.
- Berdoa untuk orang percaya di Kazakhstan yang saat ini masih dalam proses peradilan dan yang dipenjarakan karena Kristus, agar Tuhan memberi kekuatan kepada mereka dalam menjalani proses ini dan Tuhan memberikan perlindungan kepada keluarga mereka.
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Kazakhstan
- Kebebasan beragama
- Pembatasan kegiatan keagamaan
- Hukum agama baru
- Polisi rahasia
- Kebebasan beragama di Kazakhstan semakin dibatasi oleh regulasi pemerintah yang baru dan ketat.
- Terjadi penangkapan dan penyergapan di kegiatan keagamaan, seperti insiden penyergapan pertemuan doa di Aral dan penuntutan pendeta di Taraz atas tuduhan menghasut ketidaktoleransian.
- Pemerintah mengesahkan hukum yang melarang secara terang-terangan semua kegiatan keagamaan yang tidak terdaftar.
- Hukum baru tersebut mewajibkan izin tertulis dari asosiasi keagamaan yang sah untuk berbagi keyakinan atau menjadi misionaris, serta melarang ibadah terbuka bagi kelompok kecil.
Pada tahun 2009, kebebasan beribadah dan kegiatan keagamaan di Kazakhstan semakin dibatasi dengan pengesahan undang-undang yang semakin mengekang. Pembatasan ini telah ditunjukkan melalui berbagai insiden, termasuk penyergapan pertemuan doa gereja Protestan di Aral oleh polisi dan polisi rahasia tanpa surat perintah, serta penuntutan seorang pendeta Protestan di Taraz atas tuduhan "menghasut munculnya ketidaktoleransian beragama." Regulasi baru yang disahkan parlemen secara ketat melarang semua kegiatan keagamaan yang tidak terdaftar, mewajibkan izin tertulis untuk kegiatan penginjilan dan misi, serta melarang kelompok kecil beribadah secara terbuka, menyebabkan kekhawatiran besar di antara komunitas agama setempat.