Malaysia Tahun 2010

Umat Kristen dan non-Kristen di Malaysia masih dikejutkan oleh serangan kepada gereja di negara multikultur itu. Polisi sudah menyidik 10 tindakan kekerasan beberapa waktu ini. Menurut Kepala Open Doors USA, CM, Malaysia tidak tercantum dalam World Watch List (daftar negara-negara yang paling banyak menganiaya orang-orang Kristen). "Selama ini di Malaysia, umat Muslim, Buddha, Kristen, dan Hindu sudah saling toleran. Mungkin hanya terjadi beberapa keributan dan pertikaian kecil antar-penganut agama. Negara itu dianggap model toleransi beragama." CM mengatakan berita baiknya ialah bahwa setiap partai politik mengutuk serangan itu. Ia mengatakan bahwa di negara lain, kekerasan seperti ini justru membawa orang kepada Kristus. "Mayoritas penduduk di Malaysia yang tidak ekstrem mulai mengajukan pertanyaan, 'Mengapa mereka menganiaya orang-orang ini? Mereka telah tinggal di tengah-tengah kita selama berabad-abad. Apakah hakikat iman mereka?' Dan pada saat mencoba menjawab pertanyaan itu, mereka sering menemukan kebenaran dalam Yesus Kristus yang mengubah hidup mereka." Doakanlah agar hasil yang serupa akan terjadi di Malaysia. (t/Ully)

Malaysia Tahun 2002

Malaysia memiliki hukum yang ketat untuk melarang orang-orang Kristen memberitakan Injil kepada orang-orang Muslim. Para pekerja EHC (Every Home for Christ) harus sangat berhati-hati agar tidak melanggar hukum itu saat mereka mensharingkan Injil dari rumah ke rumah. Penduduk Malaysia yang telah mengenal Kristus sangat memahami bahwa budaya mereka sangat membantu para pekerja EHC.

Malaysia Tahun 2005

Polisi Malaysia menangkap dua warga negara Amerika karena mempromosikan kekristenan. Saat ini keduanya berada dalam tahanan, tanpa tuduhan, karena membawa literatur Kristen. Perwakilan dari Strategic World Impact mengatakan bahwa salah satu dari kedua pria tersebut adalah rekan sekerjanya. "Dia memiliki beberapa Kitab Injil Lukas dan memiliki film `The Passion of the Christ`.

Subscribe to Malaysia