John Huss (1370 -- 1415)

Terinspirasi oleh John Wycliffe yang mati syahid abad sebelumnya, John Huss, seorang pembaru kebangsaan Cekoslowakia, tampil membela keadilan sosial dan melawan gereja yang tak lagi mampu menilai kebenaran yang sah. Ia menentang praktik penjualan surat pengampunan dosa dan mengangkat standar keadilan dan kebenaran alkitabiah melawan sebuah yayasan gereja di tengah masa krisis.

John Huss

Pada bulan November 1414, Huss pergi ke dewan konstantin untuk membersihkan namanya dari tuduhan palsu. Tapi bukannya janji perlindungan yang didapatkannya, sebaliknya ia dipenjara ... lalu dihukum mati. Sewaktu berada di penjara, Huss menulis, "Aku sepenuhnya berharap Allah memberikan mahkota ini kepadaku (mahkota kehidupan -- Yakobus 1:12). O, Kristus yang penuh belas kasihan ..., berikan kami roh yang berani supaya roh kami siap, dan jika daging kami lemah biarlah anugerah-Mu yang maju, karena tanpa-Mu kami tak dapat berbuat apa-apa, dan di atas semuanya itu, tanpa-Mu kami tak sanggup menghadapi kematian yang keji. Beri kami semangat yang berani, iman yang benar, harapan yang kuat, dan belas kasih yang sempurna, supaya kami dapat memberikan hidup kami kepada-Mu, dengan penuh kesabaran dan sukacita. Amin."

Dari abad ke abad, orang-orang Kristen dibunuh karena iman mereka.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Tanggal 6 Juli 1415, tanpa sehelai baju pun di tubuhnya dan terikat di sebuah tiang, Huss berdoa, "Tuhan Yesus Kristus, hanya karena Injillah aku melaluinya dengan sabar dan rendah hati -- kematian yang menakutkan, memalukan, dan kejam ini." Ketika api menyala di sekelilingnya, suaranya bergema untuk yang terakhir kalinya, "Kristus, Anak Allah yang hidup, kasihanilah aku."

Dari abad ke abad, orang-orang Kristen dibunuh karena iman mereka. Akankah kita memiliki semangat yang berani untuk mengikut Yesus dan menentang setiap penyimpangan nilai-nilai kebenaran?

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Batu-Batu Tersembunyi
Penulis : Tim The Voice of the Martyrs
Penerbit : Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya 2000
Halaman : 42 -- 43
Sumber : e-JEMMi 17/2009

Kategori

Kolom Publikasi

  • John Huss
  • Reformasi Gereja
  • Keadilan Sosial
  • Kepercayaan Alkitabiah
  • Pengorbanan Iman
  • Cekoslowakia
  • John Huss dikenal sebagai pembaru kebangsaan Cekoslowakia yang vokal memperjuangkan keadilan sosial.
  • Ia secara terbuka melawan praktik penyimpangan di gereja, khususnya penjualan surat pengampunan dosa, dengan menuntut standar kebenaran alkitabiah.
  • Setelah berusaha membersihkan namanya di dewan pada tahun 1414, Huss justru dipenjara dan dijatuhi hukuman mati.
  • Dalam menghadapi kematian, Huss menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa, mengakui bahwa ia hanya dapat bertahan melalui kasih karunia dan kekuatan dari Tuhan.
  • Kisah Huss menjadi peringatan abadi akan pentingnya keberanian iman untuk menentang ketidakbenaran dari abad ke abad.

John Huss, seorang pembaru kebangsaan Cekoslowakia yang terinspirasi oleh John Wycliffe, berjuang untuk keadilan sosial dan kebenaran alkitabiah dengan menentang praktik korup Gereja seperti penjualan surat pengampunan dosa. Meskipun ia berusaha membersihkan namanya dari tuduhan palsu di dewan pada tahun 1414, ia justru dipenjara dan dijatuhi hukuman mati. Bahkan di dalam penjara, Huss menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa, mengakui bahwa keberlangsungan hidupnya bergantung sepenuhnya pada anugerah Tuhan. Pada 6 Juli 1415, ia dieksekusi dengan martabat. Kisahnya menjadi panggilan abadi bagi umat Kristen untuk memiliki keberanian dalam mengikuti Yesus dan menentang penyimpangan nilai-nilai kebenaran.