Bob Pierce

Bob Pierce

Bob Pierce

Pendiri: World Vision & Samaritan's Purse

Masa Hidup: 1914 — 1978

Latar Belakang

Robert "Bob" Pierce memulai pelayanannya sebagai seorang penginjil keliling. Titik balik hidupnya terjadi saat ia melayani di China dan Korea, di mana ia menyaksikan kemiskinan ekstrem dan penderitaan anak-anak yatim piatu akibat perang. Doanya yang sangat terkenal, "Biarlah hatiku hancur oleh hal-hal yang menghancurkan hati Tuhan," menjadi landasan bagi seluruh pelayanannya. Pada tahun 1950, ia mendirikan World Vision untuk memberikan bantuan berkelanjutan bagi anak-anak yang membutuhkan di Asia.

Warisan Pelayanan

Bob Pierce memelopori konsep "Sponsorship Anak" yang memungkinkan individu secara langsung membantu kebutuhan fisik dan pendidikan anak-anak di belahan dunia lain. Setelah meninggalkan World Vision, ia mendirikan Samaritan's Purse pada tahun 1970 untuk merespons krisis kemanusiaan secara cepat di seluruh dunia. Warisannya adalah sebuah model misi holistik: bahwa mengasihi sesama berarti menjawab kebutuhan jasmani mereka secara nyata sebagai wujud dari kasih Kristus yang tak terbatas.

  • Bob Pierce
  • World Vision
  • Samaritan's Purse
  • Misi Kemanusiaan
  • Sponsorship Anak
  • Bantuan Anak Yatim
  • Bob Pierce adalah pendiri utama World Vision dan Samaritan's Purse, menjadikannya tokoh penting dalam misi kemanusiaan global.
  • Pengalaman pribadi saat melayani di China dan Korea menjadi pemicu utama pelayanan serta filosofi misinya.
  • Ia menciptakan konsep "Sponsorship Anak" yang memungkinkan bantuan finansial dan fisik langsung untuk pendidikan dan kebutuhan anak-anak di seluruh dunia.
  • Warisannya adalah model misi holistik, yaitu pendekatan yang tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga menjawab kebutuhan jasmani sesama manusia secara nyata.

Bob Pierce adalah seorang tokoh misionaris dan penggerak kemanusiaan yang sangat berpengaruh, hidup dari tahun 1914 hingga 1978. Setelah memulai pelayanannya dan mengalami titik balik saat menyaksikan kemiskinan ekstrem di China dan Korea, ia mendirikan World Vision pada tahun 1950 untuk memberikan bantuan berkelanjutan bagi anak-anak. Ia juga memelopori konsep "Sponsorship Anak." Lebih lanjut, ia mendirikan Samaritan's Purse pada tahun 1970 untuk merespons krisis kemanusiaan secara cepat. Warisan utamanya adalah model misi holistik, menekankan bahwa mengasihi sesama berarti memenuhi kebutuhan fisik mereka sebagai manifestasi dari kasih Kristus.