Para penguasa di sebuah negara di Asia menangkap seorang wanita karena dia terlibat dalam gerakan gereja rumah yang tidak terdaftar. Penguasa menuduhnya telah melakukan kejahatan. Mereka yang menangkapnya menunjukkan pada wanita itu sebuah video tape yang merekam dari salah satu ibadah gereja dengan maksud agar wanita itu kehilangan keberaniannya. Lalu mereka mulai memukulinya dan meminta dia untuk mengaku bahwa dia telah melakukan tindak kejahatan. Setelah dia dibebaskan, dia membuka rahasia bagaimana ia bisa bertahan. Wanita itu bisa bertahan dari pukulan yang diterimanya dan tetap percaya kepada Kristus justru karena suara puji-pujian penyembahan yang didengarnya dari video tape yang diperlihatkan oleh penguasa yang menangkapnya.
Sumber: Advance, Oct. 21, 2002
- Bersyukur karena Allah telah melindungi wanita itu dan berdoa agar kesaksiannya dapat dipakai untuk memenangkan banyak orang.
- Berdoa agar penganiayaan yang dialami tidak mengendurkan semangat jemaat di negara-negara Asia tersebut untuk tetap beribadah dan menjadi saksi bagi banyak orang lain.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Asia
- Penganiayaan
- Gereja rumah
- Iman Kristen
- Kesaksian
- Ketahanan iman
- Seorang wanita ditangkap dan diinterogasi dengan kekerasan di Asia karena kegiatan gereja rumah yang ilegal.
- Penganiayaan tersebut melibatkan intimidasi psikologis dan fisik, termasuk penggunaan video ibadah untuk memecah belah dan memaksa wanita itu mengaku kejahatan.
- Kekuatan utama yang membuat wanita itu bertahan adalah imannya kepada Kristus, yang bahkan diperkuat oleh suara pujian penyembahan yang didengarnya dari video yang digunakan oleh para penangkapnya.
- Artikel ini menyerukan doa agar kesaksian wanita tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenangkan banyak jiwa, serta agar jemaat Asia tetap teguh dalam beribadah meski menghadapi penganiayaan.
Seorang wanita di sebuah negara Asia ditangkap oleh otoritas karena keterlibatannya dalam gerakan gereja rumah yang tidak terdaftar. Ia diinterogasi dengan kekerasan fisik dan psikologis, termasuk diperlihatkan rekaman video ibadah dengan tujuan menggoyahkan imannya agar mengaku berdosa. Setelah dibebaskan, wanita itu mengungkapkan rahasia ketahanannya: ia mampu mempertahankan imannya kepada Kristus berkat suara puji-pujian penyembahan yang didengarnya dari video tersebut. Kisah ini menjadi pengingat akan kekuatan iman dalam menghadapi penganiayaan, sekaligus memicu doa bagi ketahanan jemaat di Asia.