Argentina Tahun 2002

Para pemimpin gereja di Argentina yang mengalami revival di awal tahun 1990 mengatakan bahwa Allah menggunakan keterpurukan ekonomi yang dialami Argentina saat ini untuk memicu terjadinya pertobatan di antara kelompok orang yang belum percaya karena adanya kesatuan yang kuat di antara orang Kristen. Meskipun mengalami pergumulan dalam hal keuangan, gereja-gereja berusaha untuk saling melayani kebutuhan mereka yang kekurangan akibat dari krisis yang telah mengguncang Argentina lebih dari setahun yang lalu.

"Allah sedang membawa kami ke tingkat yang paling rendah sehingga kami dapat membuka mata dan melihat penyertaan Allah," kata Carlos Purat, pendeta dari Union Assembly of God di Buenos Aires. Claudio Freidzon, pendeta gereja King of Kings di Buenos Aires, mengatakan bahwa gereja telah mengalahkan krisis dengan cara terus maju untuk membangun kesehatian dan mengembangkan cara baru dalam doa. "Ini merupakan saat baru untuk memulai persekutuan di antara para pendeta dari berbagai denominasi. Kami berdoa bersama dan saling mendukung." kata Freidzon. Sebelum terjadi krisis, persekutuan doa yang diadakan di gereja King of Kings dihadiri 12.000 jemaat, namun sekarang kadang-kadang banyak jemaat yang harus berdiri di luar gereja karena tidak kebagian tempat duduk. Hal ini terjadi di semua penjuru negara Argentina.
Sumber: What In The World, June 30, 2002

Pokok Doa:


  • Bersyukur atas antusias jemaat di Argentina untuk berdoa dan menjalin kebersamaan antar gereja. Doakan kiranya persekutuan di antara mereka semakin kokoh untuk menjangkau penduduk Argentina yang belum mengenal Kristus.
  • Berdoa supaya revival yang terjadi di Argentina dapat terus berlanjut ke seluruh lapisan sehingga nama Allah dimuliakan.

e-JEMMi 29/2002

Kategori

  • Argentina
  • Revival (Kebangunan Rohani)
  • Krisis Ekonomi
  • Persatuan Gereja
  • Persekutuan Doa
  • Meskipun mengalami krisis ekonomi yang parah, semangat rohani jemaat di Argentina justru mengalami kebangunan (revival).
  • Kondisi kesulitan dan keterpurukan ekonomi dipandang sebagai cara Allah untuk menarik perhatian dan memicu pertobatan massal.
  • Gereja-gereja menunjukkan kesatuan yang kuat, saling mendukung, dan bekerja sama dalam melayani jemaat di tengah kekurangan finansial.
  • Telah terjadi perkembangan positif dalam persekutuan doa lintas denominasi, yang ditandai dengan antusiasme jemaat yang sangat tinggi melebihi kapasitas gereja.

Meskipun Argentina tengah dilanda krisis ekonomi yang sangat berat, komunitas gereja di sana justru mengalami kebangunan rohani (*revival*). Para pemimpin gereja melihat kesulitan finansial dan kondisi negara sebagai sarana ilahi yang digunakan Allah untuk memicu pertobatan di kalangan orang yang belum percaya. Di tengah pergumulan tersebut, gereja-gereja menunjukkan solidaritas yang luar biasa dengan saling melayani kebutuhan jemaat yang kekurangan. Semangat ini diwujudkan melalui peningkatan persekutuan doa yang kuat antar denominasi, menunjukkan bahwa iman mereka tetap teguh dan semakin menyatu dalam menghadapi tantangan.