Suriname
Suriname: (450 000), Ibukota Paramaribo, Agama: Hindu 32%, Katolik 23%, Islam 20%, Kristen 19%, Animis. Dari 80 ribu orang Jawa Suriname yang sudah 120 tahun hidup turun-menurun di Suriname, k.l. 5 ribu orang saja yang menjadi orang Kristen. Pdt. S & E.T melayani di jemaat PUAS (Paguyupan Urip Anyar Suriname). Selama 2 tahun akhir ini pelayanan mereka bukan hanya terfokus pada pelayanan di dalam gereja PUAS dan perintisan antara orang Jawa Suriname, tetapi pelayanan ini diperluas ke pelayanan Radio, ke arah Pendidikan, dan mendirikan Panti Asuhan. Doakan proses mendapatkan izin mendirikan stasion radio Jawa-Kristen.
Amerika Serikat
Amerika Serikat: (300 juta), Ibukota Washington (0.6 juta), agama: Kristen 50%, Katolik 26%, Yahudi 2%, Islam 1.5%, Buddha 0.9%. Pdt. R.L, menggembalakan GMII. Beberapa lembaga bersama dengan GMII akan mengadakan malam misi 2010 khusus untuk pemuda. Persiapan sudah dimulai. Di berbagai kota di AS orang Turki orang dari Iran didekati dan Injil diberitakan kepada mereka.
Timor Leste
Timor Leste (1 juta), Ibukota Dili (50 ribu). Agama: Katolik 90%, Kristen 4%, Islam 1%. Sebagian besar orang Katolik lebih yakin dengan roh arwah daripada Allah. Ibu Th, WEC Indonesia, melayani di dalam Esperanca Project di Dili, Ibukota. Di proyek ini ada banyak kesempatan melayani anak-anak dan pemuda/i. Ibu Thelly melayani di berbagai kelompok. Untuk sementara waktu, ia diberi kepercayaan sebagai penanggung jawab proyek ini selama pemimpin lain cuti. Baru satu hari menjadi penanggung jawab, komputer di proyek dicuri orang. Minggu berikutnya kunci gerbang proyek dicuri orang juga. Pusing memikirkan dan menghadapi hal ini karena terdapat pula pelayanan di luar. Di samping itu, ia memperdalam diri dalam bahasa Tetun yang dipakai sekitar Dili. Meskipun banyak orang mengetahui bahasa Indonesia, makin lama Tetun dipakai. Bahasa Portuges bahasa nasional.
Fiji
Fiji (0.9 juta), Ibukota Suva (80 ribu), agama: Kristen 43%, Katolik 11%, Hindu 38%, Islam (Sunni dan Syiah) 7.5%, bidat 2%. Bahasa-bahasa resmi: Inggris, Fiji, Hindustani. Ada juga sekolah teologia untuk menyiapkan gembala bagi jemaat-jemaat dan tenaga perintis antara suku-suku terabaikan.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Pelayanan Misi
- Demografi Keagamaan
- Amerika & Pasifik
- Komunitas Diaspora Jawa
- Pendidikan dan Pelatihan Gembala
- Di Suriname, pelayanan gereja diperluas tidak hanya untuk komunitas Jawa-Kristen, tetapi juga ke media radio, pendidikan, dan panti asuhan.
- Di Amerika Serikat, kegiatan misi aktif dilakukan untuk mendekati kelompok etnis spesifik seperti orang Turki dan Iran, serta mengadakan malam misi khusus bagi kaum muda.
- Di Timor Leste, pelayanan melalui Esperanca Project difokuskan pada anak-anak dan pemuda, meskipun terdapat tantangan operasional seperti pencurian dan penguasaan bahasa lokal (Tetun).
- Fiji menjalankan upaya penguatan kapasitas pelayanan melalui penyelenggaraan sekolah teologi untuk menyiapkan gembala lokal dan tenaga perintis di berbagai suku.
Artikel ini menyajikan laporan kegiatan pelayanan dan demografi keagamaan di beberapa negara di kawasan Amerika dan Pasifik, mencakup Suriname, Amerika Serikat, Timor Leste, dan Fiji. Setiap lokasi menunjukkan keragaman populasi dan praktik keagamaan yang unik, disertai dengan berbagai upaya pelayanan khusus. Di Suriname, fokus pelayanan diarahkan pada komunitas Jawa keturunan; sementara di Amerika Serikat, kegiatan misi diarahkan pada kelompok non-Kristen. Di Timor Leste, pelayanan berfokus pada anak-anak dan tantangan lokal, dan di Fiji, penekanan diberikan pada pengembangan gembala dan tenaga perintis melalui sekolah teologi.