Bila Anda adalah seorang aktivis ataupun hamba Tuhan yang melayani dalam jenis pelayanan apa saja, beberapa hal penting harus Anda pelihara dan tingkatkan di dalam hati dan hidup Anda.
1. Menjadi Karakter
Fokuskan hati dan perbuatan melayani itu menjadi karakter Anda, sebab melayani Tuhan dan sesama sangat ditentukan "dari dalam" dan bukan penampilan luar saja.
2. Peduli Terhadap Jiwa yang Terhilang
Seorang pelayan Tuhan harus memiliki rasa yang mendalam dan memelihara "hati seperti Yesus", khususnya yang berkaitan dengan "perasaan yang mendalam terhadap jiwa terhilang" (Matius 9:36). Hati pelayan Tuhan yang berbelas kasihan akan orang berdosa merupakan suatu perasaan yang berasal dari pola pikir yang sesuai dengan firman Tuhan, satu domba yang hilang sangat penting dan harus dicari sampai ditemukan. Seorang pelayan Tuhan harus memiliki perasaan yang rindu agar semua orang, siapa pun dia, dan apa pun latar belakangnya, diselamatkan. Perasaan itulah yang dimiliki Yesus yang mengasihi perempuan Samaria, orang Yahudi, dan penduduk kota Yerusalem yang ditangisi-Nya karena kehancuran yang akan mereka alami (Lukas 19:41).
3. Jangan Karena Program atau Karena Perintah
Anda perlu memikirkan kembali aktivitas pelayanan Anda jika Anda melayani dalam kondisi berikut ini.
- Sangat sibuk.
- Sekadar menjalankan tugas rutin.
- Melakukan pelayanan karena perintah dan tidak ada pilihan lain.
- Hanya untuk mengejar target karena ingin menyelesaikan program pelayanan dengan sukses.
- Hanya terpaksa melayani karena sebenarnya apa yang Anda kerjakan bukan bidang yang Anda sukai.
Jika Anda kehilangan beban (rasa) melayani, kehilangan motivasi, tidak menempatkan hati dengan benar dalam pelayanan, maka pelayanan Anda akan menjadi beban dan tidak ada sukacita.
4. Mengerti Kebutuhan dan Pergumulan dari Fokus Pelayanan
Milikilah hati yang peka melihat kebutuhan di ladang pelayanan. Hal tersebut bisa Anda dapatkan melalui interaksi yang intens sampai Anda mengetahui kebutuhan dan pergumulan orang yang mencari jawaban.
5. Terus-Menerus Memelihara Hati Hamba
Yang dimaksud memelihara hati hamba adalah:
-
memiliki hati yang melihat manusia sebagai objek pelayanan yang harus diselamatkan, jauh lebih utama dari cara-cara dan sarana yang digunakan;
-
memiliki hati yang terus-menerus mendoakan pelayanan apa pun karena itu pun dapat dipakai Tuhan untuk menjangkau jiwa-jiwa terhilang;
-
memiliki hati yang melihat ke depan akan adanya hukuman yang menentukan nasib manusia bila ia menolak atau belum menerima berita Injil -- bahwa mereka sedang menuju kebinasaan.
Jika Anda belum memiliki hati seorang hamba, cobalah mengondisikan diri di pihak orang-orang yang memerlukan keselamatan dan minta Tuhan mengubah hati Anda.
6. Memelihara Hubungan dengan Tuhan
Hati seorang hamba hanya akan Anda miliki jika Anda memelihara hubungan dengan Tuhan, baik lewat perenungan firman maupun doa yang teratur.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
| Judul buletin | : | TABUR No. 002-2008 |
| Judul artikel | : | Hati Seorang Hamba Misi |
| Penulis | : | Pdt. Benny Siahaan, M.Div |
| Penerbit | : | Tidak dicantumkan |
| Halaman | : | 7 -- 8 |
Edisi e-JEMMi
Kategori
Kolom Publikasi
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Hati Seorang Hamba Misi
- Pelayanan
- Karaker
- Jiwa Terhilang
- Belas Kasihan
- Motivasi Pelayanan
- Hubungan dengan Tuhan
- Mengembangkan karakter pribadi dalam melayani, menjadikan pelayanan sebagai bagian dari identitas diri (dari dalam, bukan penampilan luar).
- Memelihara belas kasihan mendalam terhadap jiwa terhilang, memiliki hati yang senantiasa rindu agar semua orang diselamatkan, seperti pola pikir Yesus.
- Memastikan pelayanan tidak didasarkan pada beban, rutinitas, perintah, atau mengejar target, melainkan dari kegembiraan hati.
- Memiliki hati yang peka dan memahami kebutuhan serta pergumulan yang dihadapi di lapangan pelayanan.
- Terus-menerus memelihara hati seorang hamba, yaitu dengan memprioritaskan keselamatan manusia, mendoakan pelayanan, dan menyadari bahaya penolakan Injil.
- Memelihara hubungan yang intim dan teratur dengan Tuhan melalui perenungan firman dan doa.
Artikel ini membahas pentingnya memelihara hati seorang hamba misi, menegaskan bahwa kualitas pelayanan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh aktivitas fisik atau penampilan luar, melainkan oleh kondisi hati yang sungguh-sungguh. Pelayan Tuhan dianjurkan untuk memfokuskan pelayanannya menjadi karakter, memiliki belas kasihan yang mendalam terhadap jiwa terhilang seperti Yesus, serta memastikan bahwa motivasi pelayanan berasal dari kerinduan hati yang tulus, bukan karena perintah, program, atau paksaan. Lebih lanjut, hamba misi harus peka terhadap kebutuhan jemaat, senantiasa memelihara hati yang melihat manusia sebagai objek keselamatan, dan yang paling fundamental, harus menjaga hubungan pribadi yang teratur dengan Tuhan melalui doa dan perenungan firman.