Georgia Tahun 2003

Situasi di Georgia menjadi memanas karena Gereja Orthodox memaksa pemerintah untuk mengawasi kegiatan pelayanan penginjilan. Hal yang menyedihkan adalah banyak pemimpin Orthodox memandang semua gereja dan pelayanan Injili sebagai suatu ajaran bidat. Meskipun sadar akan bahaya-bahaya yang mengancam, ada 1500 orang yang telah memberikan respon pada penginjilan dan 24 kelompok persekutuan Kristus telah dirintis.

Di suatu daerah yang didominasi oleh orang-orang non- Kristen, para pekerja EHC bisa mengadakan penginjilan tanpa mengalami suatu insiden. "Orang-orang haus akan Firman Allah," kata Direktur EHC. "Mereka menerima Firman Tuhan dengan senang hati." Satu tim EHC dapat mengunjungi sebuah fasilitas militer, dimana mereka membagikan brosur-brosur tentang penginjilan dan memutar Film YESUS kepada para tentara. "Para tentara sampai menangis saat melihat film itu," kata Goderdzi. "Ketika film itu mulai diputar, mereka mengacungkan tangan mereka dan berteriak, 'Inilah Yesus, Tuhan! Yesus Kristus. Dia hidup!' Kami sangat terkejut, penduduk Azerbaijan/Turki bersedia menerima Kristus. Lebih dari 500 orang orang menyaksikan film itu dan hampir setiap orang berdoa dan menerima Yesus."


Sumber: (F)ACTS of the Apostles, March 2003


  • Doakan untuk pelayanan penginjilan di Georgia agar memberi kesempatan kepada orang-orang yang haus akan Firman Tuhan untuk mendengar Injil dan mengenal Kristus secara pribadi.

  • Berdoa supaya Allah memberkati pelayanan melalui Film YESUS dan memberi kesetiaan kepada para pekerja EHC yang bertugas di Georgia ini.

e-JEMMi 37/2003

Kategori

  • Georgia
  • Penginjilan
  • Gereja Orthodox
  • Pelayanan EHC
  • Film YESUS
  • Kekristenan
  • Pelayanan penginjilan di Georgia pada tahun 2003 menghadapi hambatan besar karena Gereja Orthodox yang mewajibkan pengawasan pemerintah dan menganggap Injili sebagai ajaran sesat.
  • Meskipun terdapat bahaya, para pekerja EHC berhasil mencapai hasil signifikan, yaitu 1500 orang merespons penginjilan dan terbentuknya 24 kelompok persekutuan Kristus.
  • Kegiatan penginjilan dilakukan secara efektif, bahkan di daerah non-Kristen, seperti mengunjungi fasilitas militer dengan membagikan brosur dan memutar film YESUS.
  • Respons masyarakat menunjukkan adanya kerinduan yang mendalam terhadap Firman Tuhan, terbukti dari banyaknya orang yang bersedia menerima Kristus setelah menonton film YESUS.

Pada tahun 2003, situasi pelayanan penginjilan di Georgia menjadi sulit akibat tekanan dari Gereja Orthodox yang memaksa pemerintah mengawasi kegiatan tersebut, bahkan memandang pelayanan Injili sebagai ajaran bidat. Meskipun demikian, para pekerja Kristen tetap gigih dalam pelayanannya, berhasil menjangkau 1500 orang dan mendirikan 24 kelompok persekutuan Kristus. Salah satu keberhasilan yang menonjol adalah kegiatan penginjilan di fasilitas militer dengan memutar Film YESUS, di mana para tentara menunjukkan respon yang luar biasa dengan menangis dan menyatakan keimanan mereka kepada Yesus Kristus.