Jerman
Jerman (82,5 juta), Ibu kota Berlin (3,4 juta), agama: Kristen 33%, Katolik 33%, tanpa agama 28%. Diperkirakan di Jerman hidup 4 juta orang beragama Islam, biasanya imigran dari luar, tetapi sebagian sudah memunyai paspor Jerman. Dari Amerika dikirim surat-surat kepada keluarga-keluarga Turki di Jerman, di dalam setiap surat ada satu tawaran tentang sebuah PB dan kursus Alkitab tertulis, informasi tentang program TV Turki yang bisa diterima lewat satelit, lewat internet penerima surat bisa berhubungan dengan orang Kristen Turki. Doakan Kel. Pdt. S. Obadja untuk penjangkauan jiwa-jiwa dan pemuridan di pos-pos penanaman Misi GMI di N??rnberg, Hannover, dan K??├®ln-Bonn. Informasi bisa dilihat di website gereja GMI: www.gereja-misi-indonesia.org.
Moldavia
Moldavia (3,8 juta,), Ibu kota Chisinau (0,6 juta), agama: Ortodoks 70,4%, Katolik 5,8%, Kristen 3,2%. Negara ini serba miskin. Satu juta orang bekerja di luar negeri, karena dalam negara tidak ada kerja. Bapak Butje L. dan Ibu Liuba (OM. Indonesia) bertanggung jawab dalam hal keuangan dan IT. Mereka sekeluarga cuti di Indonesia sampai pertengahan Agustus 2009. Selama musim panas OM Moldavia telah menjangkau banyak orang di negara ini. Karena selain tim setempat, ada 140 orang datang dari luar negeri datang untuk memberitakan Injil dalam berbagai usaha dan acara kepada penduduk Moldavia. Doakan mereka yang sudah mendengar kesaksian Injil . Satu badan PI mendapat kesempatan yang baik dan bisa mengajar etika di sekolah-sekolah umum, melalui ini lima Hamba TUHAN mendapat hubungan baik dengan murid dan mereka mengerti cara hidup dan baik. Literatur dalam tiga bahasa Rusia, Rumania dan Ukraina memunyai peranan besar.
Lithuania
Lithuania (3,5 juta), Ibu kota Vilnius (0,6 juta), agama: Katolik 80%, Ortodoks 5%, tidak beragama 13,4%, Kristen 1,1%. Krisis ekonomi mengakibatkan banyak penduduk tidak bekerja lagi. Karena itu mereka juga jarang membeli buku Kristen. Sebenarnya harus diterbitkan lebih banyak buku dalam bahasa Lithuania dan bahasa Rusia, hanya modal kurang untuk mencetak lebih banyak buku. Majalah "Mata Air Yang Hidup" bisa diedarkan luas.
Albania
Albania (3,1 juta), Ibukota Tirana (0,4 juta), agama: Islam 70%, Ortodoks 22%, Katolik 16%, Kristen 0,25% (20.000 orang). Kebebasan agama makin baik dan gereja-gereja bertumbuh dengan baik. Orang Kristen dilatih untuk membentuk kelompok PA di antara masyarakat umum.
Kosovo
Kosovo (2,1 juta), Ibu kota Prishtina (0,2 juta), agama: Islam, Ortodoks, Katolik. Suku: Albania 92%, Serbia 5,3%, Turki 2,7%, Gorania, Roma, Ashkali, Bosniaka. Rekaman Injil akan direkam ke dalam bahasa Goran dan Kosovo (Albania), yang biasanya dipakai oleh penduduk yang beragama Mayoritas.
Belorusia
Belorusia (10 juta), Ibukota Minsk (1,7 juta), agama: Ortodoks 67%, Katolik 8%, Kristen 1%, Islam 0,7%, tanpa agama 22%. Gereja baru harus mendaftarkan diri, karena ada banyak persyaratan sering pendaftaran tidak diterima oleh yang berwajib. Karena jemaat tidak terdaftar, sering para pemimpin gereja didenda berat. Satu pendeta yang menjalankan satu perpustakaan yang meminjam buku-buku Kristen diperingati oleh yang berwajib. Kebebasan beragama sudah sangat dibatasi.
Rusia
Rusia (140 juta), Ibu kota Moskow (10,4 juta), agama: Ortodoks 41%, Katolik 1%, Kristen 0,7%, Islam 15%, Budhis 0,7%, Animis 1%, tanpa agama 31%. Secara umum semua orang Kristen yang bukan Ortodoks dinilai sebagai orang bidat, malah di media difitnah sebagai musuh negara dan mata-mata Amerika. Meskipun orang Injili ditekan dan difitnah, mereka memunyai rencana, bahwa jumlah orang Injili akan bertumbuh dari 0,7% menjadi 5%. Iman besar! Sudah dilatih beberapa orang Kristen setempat menjadi perekam, agar mereka bisa merekam cerita Injil dalam berbagai bahasa dari suku-suku di Siberia. Daerah Siberia sangat luas, jalan hanya sedikit, musim dingin lama, jarak dari pemukiman satu yang lain sangat jauh. Salah satu suku di situ adalah Tchutcha (6000 orang), mereka menyembah akan roh-roh. Ada satu keluarga yang melayani di antara mereka, kalau musim dingin bisa bisa mencapai -50?? Celsius.
Armenia
Armenia, Kaukasus, (3 juta), Ibukota Jerevan (1,1 juta), agama: Ortodoks 78%, Katolik 5%, Kristen 2%, Islam 1,2%. Makin banyak orang Kristen dari negara ini pergi ke Rusia dan negara-negara beragama Islam untuk memberitakan Injil di situ.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Eropa
- Misi Gereja
- Demografi Agama
- Studi Kasus Negara Eropa
- Kebebasan Beragama
- Penjangkauan Jiwa
- Komunitas Kristen Minoritas
- Keragaman Agama dan Demografi: Negara-negara yang disorot memiliki komposisi agama yang sangat bervariasi, melibatkan Kekristenan (Ortodoks, Katolik, Protestan), Islam, hingga komunitas tanpa agama.
- Tantangan Ekonomi dan Represi Agama: Beberapa negara menghadapi masalah serius seperti krisis ekonomi yang menghambat kebutuhan materi (Lithuania) atau pembatasan hak-hak beribadah yang ketat serta penindasan terhadap kelompok tertentu (Belarus dan Rusia).
- Upaya Misi yang Berkelanjutan: Aktivitas penjangkauan dan pemuridan tetap dilakukan di banyak tempat, didukung melalui pelatihan masyarakat lokal, penerbitan literatur multibahasa, serta komunikasi lintas batas negara.
- Pentingnya Adaptasi Lokal: Kegiatan misi memerlukan adaptasi yang tinggi, termasuk merekam Injil dalam bahasa atau dialek lokal (Kosovo, Rusia Siberia) dan memanfaatkan kesempatan pendidikan umum (Moldavia).
Artikel ini menyajikan gambaran demografis dan kondisi misi gerejawi di sejumlah negara Eropa, mencakup Jerman, Moldavia, Lithuania, Albania, Kosovo, Belarus, Rusia, dan Armenia. Secara umum, wilayah ini menunjukkan keragaman agama yang tinggi, mulai dari dominasi Islam di beberapa negara hingga keberadaan kelompok Kristen minoritas. Di satu sisi, terdapat upaya misi yang aktif melalui penjangkauan, pelatihan kelompok kecil, dan penerbitan literatur dalam berbagai bahasa. Namun, kondisi di berbagai negara juga diwarnai tantangan serius, seperti krisis ekonomi (Moldavia, Lithuania), pembatasan kebebasan beragama yang ketat (Belarus, Rusia), dan potensi kerentanan kelompok minoritas. Laporan ini menekankan pentingnya peran jemaat setempat dan komunitas internasional dalam menjaga kelangsungan misi di kawasan tersebut.