Community and Creativity: Future Of The Postmodern Church

Dr. Thomas Hohstadt, dosen, pemimpin orkestra dan pembuat situs FutureChurch.net, menawarkan sebuah cara pandang yang menyegarkan mengenai gereja dan hubungannya dengan dunia. Hohstadt melihat adanya kesamaan antara gereja di zaman postmodern ini dengan gereja mula-mula -- dimana di dalam keduanya, nampak tanda-tanda bahwa Tuhan sedang memperbarui konsep kita mengenai komunitas, hubungan antar sesama dan kreativitas yang berhubungan dengan janji agung-Nya tentang pemberitaan Injil. Bacalah buku karangan Dr. Hohstadt yang berjudul Promises Much More Abound[1]. Kunjungi pula Situs Believer`s Weekly[2] untuk mengetahui lebih lanjut mengenai situs Kristen postmodern ini.

==> http://www.futurechurch.net/archives_view.asp?articleid=17  [1]

==> http://www.worldvillage.com/sitereviews/believers.html?id=399&year=2004  [2]

e-JEMMi 2/2006

Kategori

Kolom Publikasi

  • Gereja Pasca-Modern (Postmodern Church)
  • Komunitas
  • Kreativitas
  • Gereja Mula-mula (Early Church)
  • Pemberitaan Injil (Great Commission)
  • Dr. Thomas Hohstadt menawarkan perspektif baru mengenai relevansi gereja dalam menghadapi dunia modern.
  • Gereja di zaman pasca-modern memiliki persamaan substansial dengan gereja pada masa awal sejarah Kristen.
  • Inti dari pembaruan ilahi adalah penekanan pada konsep komunitas, hubungan interpersonal, dan kreativitas.
  • Pembaruan ini secara fundamental terkait dengan pelaksanaan janji agung pemberitaan Injil.

Artikel ini menyajikan pandangan segar dari Dr. Thomas Hohstadt mengenai gereja di era pasca-modern, yang menunjukkan adanya kemiripan antara gereja masa kini dengan gereja mula-mula. Hohstadt berpendapat bahwa dalam kedua periode tersebut, terdapat tanda-tanda bahwa Tuhan sedang memperbarui pemahaman umat-Nya mengenai komunitas, hubungan antar sesama, dan kreativitas, semuanya berpusat pada pelaksanaan janji agung-Nya dalam memberitakan Injil.