Ada gerakan doa syafaat khusus dari "Gerakan Ethn??┬╝ ke Ethn??┬╝" buat suku-suku terabaikan di kota-kota di Asia Utara dan RRC pada bulan Juli 07. Info: ethne@ethne.net - www.ethne.net.
Korea Utara
Korea Utara (23 juta), Ibukota Pyongyang (2,7 juta). Semua agama dilarang keras. Tetap berseru kepada Yesus! Diperkirakan sudah 50 000 - 70 000 orang Kristen masuk kamp kerja paksa dan menderita, sebagian di antara mereka meninggal dunia dalam kerja paksa kekurangan makanan.
K.M. DOULOS
Di atas K.M. DOULOS ada 350 awak yang berasal dari 54 negara yang melayani secara bersama. Kapal ini akan mengunjungi dan melayani di Kanazawa, Japan s/d 5.6. Niigata, Japan 6.-19.6. Pohang, South Korea, 21.06.-4.07., Pusan, South Korea, 5.-24.07., Mokpo, South Korea, 25.07.-8.08., Inchon, South Korea, 9.-29.08. Doakan Marta Wahyudi, David Hingkoil, dan Ershinta, O.M. Indonesia, yang me-layani di atas kapal ini, supaya mereka bisa dengan menunjukkan cara hidup orang Kristen yang baik. Sdr. David bertemu di Taiwan sejumlah orang Indonesia yang ia bisa menginjili.
Mongolia
Mongolia (2,6 juta), Ibukota Ulaanbaatar (0,8 juta), agama: 90% Aliran Bon dalam Budhis-Lamais, Kristen 0,7% (20 000+ orang). Orang Kristen bebas bergerak. Dalam satu konperensi salah satu denominasi berkumpul 740 anggota dari 49 jemaat. Mereka bersama memutuskan tahun ini mereka mau menjangkaui orang non-Kristen 10 kali lebih besar dari jumlah anggota gereja sekarang ini. Lebih dahulu jemaat-jemaat dilatih cara efektif memberitakan Injil dan bulan Oktober diadakan satu kampanye khusus. Rencana 20 000 buku berita Injil akan dibagikan secara luas.
RRC
RRC, (1,3 milyard), Ibukota Beijing (12 juta), Shanghai (13,4 juta), agama: ateis 59,1%, agama-agama tradisional 17%, Budhis 8% (bertambah terus), Animis 2,4%, Islam 2,4%, Katolik 1%, Kristen 7+% (kira-kira 100 juta ?). Politik merupakan paham komunis, dari ekonomi lebih bersifat kapitalisme. Berdasarkan peraturan ada kebebasan agama, tetapi secara praktis pemerintah menghalangi ke-baktian secara bebas, pemberitaan Injil, dan pengedaran Alkitab di mana-mana. Misalnya Pdt. W. dari propinsi Anhui pada tanggal 9 Okt. 2006 divonis dua tahun penjara dan denda US$ 12,500 dengan tuduhan: Bisnis ilegal, karena ia mencetak Alkitab dan buku dan mengedarkannya secara cuma-cuma. Semua buku dan keuangan buat percetakan disita. Pdt. W. cacat sejak umur 5 tahun, ia bersama bersama advokat menolak, bahwa ia berbisnis dengan percetakan ini. Jangan mundur dari doa syafaat. Sering orang Kristen harus berbakti secara sembunyi di l.k. 500 000 rumah, ladang, dan hutan, (di zaman PB juga belum ada gedung gereja). Tetap sangat dibutuhkan Alkitab, buku Kris-ten, buku nyanyian, buku pengajaran Kristen, bahan sekolah minggu, video Kristen, dll. Karena belum bisa mencetak dalam negeri secukupnya, para kurir membawanya dari luar.
Suku Zhuang
Suku Zhuang (17 juta), agama: menyembah arwah, Kristen hanya 12 ribu orang, tetapi sebagian besar orang Zhuang belum pernah mendengar tentang Kristus. Kita bersyukur, baru-baru ini 22 orang bisa dibaptis, dalam upacara ini 22 orang lain mengaki Kristus. Sesudah tujuh hari jejaring doa syafaat internasional buat suku Mayping Zhuang ada banyak kesempatan memberitakan Injil antara mereka. Ada satu puteri sudah bertobat. Banyak orang Mayping Zhuang sudah berhenti menyembah arwah leluhur mereka. Orang Zhuang perlu perlindungan terhadap bidat bahaya yang menyesatkan Eastern Lightning yang mau menarik mereka dari jalan yang benar.
Suku Hui
Suku Hui (12 juta), agama biasanya agama Islam, Kristen 200 orang, tersebar di seluruh RRC. Meskipun mereka beragama Islam, tetapi mereka cukup liberal. Pemerintah mendukung orang Hui.
Tibet
Tibet (2,7 juta), Ibukota Lhasa (0,2 juta), Agama: Budhis-Lamais (aliran Bon dengan okultisme), Ateis. Tiga suku utama dari rumpun Tibet: Amdo, Khampa dan Lhasa, di samping sejumlah suku lain. Dalam perjalanan para pelayan harus tahan udara tipis di ketinggian 3000 s/d 4000 meter.
Hong Kong
Hong Kong (6,9 juta), Agama: agama China 67%, tanpa agama 18%, Kristen 10%, Moslem 1,5%. Kel. Pdt. Arys & Fince Illu, YPPII, GMKIH, doakan pelayanan di Hong Kong dan Macau supaya me-lalui pelayanan ini banyak jiwa dapat diselamatkan. Kel. Pdt. Johan K., dan Kel. Murdianto, CTN, melayani di Gereja Misi Indonesia Hong Kong (GMIH). Kita ucapan syukur karena sejak 1 April GMIH telah dapat menyewa tempat baru. Berdoa untuk pertumbuhan dan perkembangan jemaat.
Kategori
- Printer-friendly version
- Log in to post comments
- Misi Asia Utara
- Republik Rakyat Tiongkok (RRC)
- Korea Utara
- Doa Syafaat
- Evangelisasi
- Suku Terabaikan
- Kekristenan
- **Tantangan di Asia Utara dan RRC:** Pelayanan di kawasan ini menghadapi batasan ketat, mulai dari larangan agama di Korea Utara, hingga pembatasan praktis pemerintah di RRC yang membuat kegiatan gereja dan pencetakan Alkitab menjadi ilegal dan berisiko.
- **Fokus pada Suku Terpencil:** Adanya perhatian khusus terhadap suku-suku terabaikan seperti Zhuang dan Mayping Zhuang, serta upaya pelayanan di suku Hui dan Tibet, menunjukkan misi yang menyasar komunitas yang belum terjangkau.
- **Upaya Evangelisasi dan Perencanaan:** Di Mongolia, terdapat peningkatan semangat gereja untuk menjangkau non-Kristen secara masif, didukung dengan rencana pembagian buku berita Injil.
- **Dukungan Misi dan Doa:** Laporan ini secara aktif mengajak doa syafaat untuk pelayan-pelayan di lapangan, baik yang berada di atas kapal misi (K.M. DOULOS) maupun di daratan, serta perlindungan bagi para misionaris.
- **Kebutuhan Sumber Daya:** Pentingnya penyediaan materi Kristen (Alkitab, buku nyanyian, bahan sekolah minggu) dari luar negeri karena kesulitan mencetak secara mandiri di dalam negeri.
Artikel ini memberikan laporan perkembangan dan tantangan misi kekristenan di berbagai wilayah Asia Utara dan Republik Rakyat Tiongkok (RRC). Laporan ini menyoroti kontras kondisi, mulai dari situasi yang sangat ketat dan penindasan di Korea Utara dan RRC, di mana kegiatan gereja harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan menghadapi risiko penjara, hingga potensi pertumbuhan di Mongolia. Secara umum, laporan ini menekankan pentingnya doa syafaat internasional, kebutuhan akan sumber daya seperti Alkitab dan materi pengajaran, serta upaya-upaya misi yang berkelanjutan melalui jalur laut dan jaringan lokal, sambil juga menyampaikan pembaruan pelayanan di lokasi seperti Hong Kong dan Macau.