Asia Tengah

Azerbaijan
Azerbaijan (8 juta), Ibukota Baku (2 juta). Agama Islam (sebagian besar aliran Shia) 80%, Kristen 0,1% (termasuk 7-8000 Azari). Semua jemaat harus didaftarkan, tidak boleh kegiatan keagamaan tanpa izin dari pemerintah. Semua literatur harus disensor lebih dahulu. Lewat telepon orang bisa mendengar berita Injil. Bulan yang lalu 3000 orang mendengar berita lewat telepon. Setiap hari ada beberapa orang menelpon dan membahas isi berita lewat telepon, lebih banyak wanita daripada laki-laki. Badan pelayanan telepon mempunyai hanya seorang wanita untuk mengunjungi yang ingin kontak. Dia terlalu sibuk untuk berhubungan dengan semua wanita yang mau dikunjungi.

Kirghizstan
Kirghizstan (5,2 juta), Ibukota Bishkek (0,9 juta), agama Islam 78%, Ortodoks 5%, tanpa agama 13%, Kristen 1%, orang Kirghiz asli yang Kristen 5 000 orang. Tekanan terhadap orang Kristen meningkat terus, misalnya seorang pendeta dipukuli dan disuruh meninggalkan daerahnya. Tetapi juga ada yang memberi sukacita, badan P.I. Suar Pengharapan memberitakan, gereja Baptis memiliki 16 jemaat pada tahun 1990, sekarang ini menjadi 64 jemaat dan 84 kelompok Kristen. Di kota Osh, yang separoh penduduk orang Uzbeki, ada beberapa jemaat kecil orang Kirghiz dan juga ada persekutuan orang Uzbeki. Ada masalah besar buat para misionaris: Mereka minta visa untuk satu tahun, kadang-kadang diberi hanya untuk 3 atau 4 bulan dan biayanya 2 kali lipat harganya. Kel. Pdt. M, WEC: Bapak M tetap mengajar sebagai guru komputer di sekolah. Doakan persekutuan mingguan yang diadakan setiap minggu; dan Bapak & Ibu B. sebagai penanggung jawab buat persekutuan ini, supaya mereka selalu kuat menghadapi tantangan. Doakan kesehatan mereka di musim dingin (salju dan es) dipeliharakan, dan juga pendidikan kedua anak mereka untuk masa depan. Sekarang Ibu J mengajar mereka. Kel. P, YPPII, membina anak-anak terlantar di Family House Bahtera Kasih . Ibu H, YPPII, membantu dalam pelayanan di jemaat-jemaat Logos dan Antiokhia di kota Bishkek. Puji Tuhan, Tuhan mengirim dan mengutus Hamba Tuhan melayani di Kirghizstan. Sdr. N, GKRI Jakarta. Sekarang ini ia belajar bahasa setempat di universitas negeri. Doakan penyesuaian dengan budaya, bahasa dan lingkungan.

Turkmenistan
Turkmenistan (4,4 juta), Ibukota Ashkhabad (0,4 juta), Agama: Islam, Ortodoks 2%, orang Kristen Turkmen l.k. 500. Penginjilan dilarang keras, orang Kristen tidak boleh berbakti di rumah sendiri. Kristen Injili dianggap pengkhianat, mereka sulit mendapat pekerjaan, anak muda sulit masuk universitas, literatur Kristen dalam bahasa Turkmeni tidak diizinkan, tidak boleh dicetak.

Uzbekistan
Uzbekistan (25,3 juta), Ibukota Tashkent (2,2 juta), orang Uzbeki 19 juta, masih ada 30 suku lain, antara lain: Rusia 5%; Tajiki 5%; Kazakh 3%, agama: Islam Sunni 88%, Ortodoks 8%, Kristen 0,3%, yang berasal dari suku Uzbeki, 10 ribu. Belum ada satu jemaat orang Uzbeki didaftarkan secara resmi. Pemberitaan Injil dilarang, malah mempelajari Alkitab dan doa secara bersama di rumah dilarang. Kalau ditangkap bisa divonis 17 tahun penjara. Semangat orang Kristen untuk memberitakan Injil tidak kendor, meskipun ada ancaman. Pemerintah kejam, secara umum karena ada banyak pelanggaran HAM masyarakat lari kepada okultisme untuk mendapat hiburan dan perlindungan.

Tajikistan
Tajikistan (6,3 juta), Ibukota Dushambe (0,6 juta). Agama Islam 89%, tanpa agama 9%, Ortodoks 1,2%. Kristen 0,03%, jumlah 2 000 orang, di antara mereka 400 orang Tajiki, bertambah sedikit. Kel. I & M, O.M. Indonesia, membantu dalam tugas dan pelayanan satu LSM sosial.

Kazakhstan
Kazakhstan (15,1 juta, 9 juta orang Kazakh), Ibukota Astana (0,7 juta), kota Almaty (1,2 juta), Agama Ortodoks 39 %, Islam 56%, Kristen 2%. 10 000 orang percaya Kazakhi. Jumlah orang percaya meningkat. Gereja Baptis bekerja sama dengan catatan sipil, kepada semua orang tua yang melapor kelahiran anak mereka ditawari sebuah Alkitab bahasa Rusia atau Kazakh, juga ditawari kepada orang tua bahwa mereka bisa membawa anak mereka ke gereja untuk didoakan. Sudah 80 keluarga datang ke gereja dengan anak mereka untuk didoakan. Cara baru untuk menghubungi masyarakat umum. Bulan November yang lalu dalam satu seminar khusus guru-guru sekolah minggu dididik. Dalam negara ini bukan main banyak anak yang memerlukan dasar yang baik kehidupannya.

Kategori

  • Asia Tengah
  • Isu Keagamaan
  • Penginjilan
  • Pembatasan Negara
  • Komunitas Kristen
  • Persepsi Misi
  • Sebagian besar negara Asia Tengah memberlakukan pembatasan ketat terhadap kegiatan keagamaan Kristen, termasuk kewajiban pendaftaran jemaat dan sensor literatur (Azerbaijan, Turkmenistan, Uzbekistan).
  • Banyak negara, seperti Uzbekistan dan Turkmenistan, melarang keras pemberitaan Injil dan ibadah di rumah, dengan risiko penangkapan dan hukuman penjara yang berat.
  • Terdapat upaya pelayanan yang menunjukkan perkembangan positif dan ketahanan iman, seperti peningkatan jemaat Baptis di Kirghizstan dan strategi gereja di Kazakhstan yang bekerja sama dengan catatan sipil untuk menjangkau orang tua baru.
  • Misionaris menghadapi hambatan signifikan berupa visa yang sulit dan biaya yang mahal, menandakan kesulitan akses pelayanan di lapangan.
  • Meski menghadapi ancaman dan penindasan pemerintah, semangat penginjilan di kalangan umat Kristen tetap menyala, ditunjukkan melalui berbagai kelompok studi dan pelayanan komunitas lokal.

Artikel ini memberikan laporan mendalam mengenai kondisi umat Kristen dan aktivitas pelayanan agama di beberapa negara Asia Tengah, termasuk Azerbaijan, Kirghizstan, Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, dan Kazakhstan. Secara umum, wilayah ini dicirikan oleh lingkungan yang sangat menekan dan diawasi ketat, di mana penginjilan, ibadah, dan penerbitan literatur Kristen dilarang keras atau dibatasi oleh pemerintah setempat, seringkali dengan ancaman hukuman berat. Meskipun demikian, laporan juga menyoroti adanya tanda-tanda kebangkitan dan pertumbuhan jemaat di beberapa negara seperti Kirghizstan dan Kazakhstan, yang menunjukkan ketahanan iman masyarakat. Para pelayan dan misionaris menghadapi tantangan logistik dan birokrasi yang besar, namun mereka terus melakukan pelayanan dengan metode kreatif, mulai dari komunikasi melalui telepon hingga kerja sama dengan catatan sipil.