Panggilan untuk Memberitakan Kabar Baik ke Semua Bangsa

"... dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku. Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa." (Yesaya 66:18b-19)

Usahakanlah Kesejahteraan Kota

Yeremia 29:7

Ketika saya sedang mengemudi dua puluh menit jauhnya dari lingkungan rumah saya, mobil saya memasuki dunia lain. Dua puluh menit bukanlah suatu jarak yang begitu jauh secara geografis, tetapi jarak tersebut bisa terlihat seperti melewati dunia yang lain secara kultural. Lingkungan saya sendiri (yaitu Yudea saya) secara kultural tidak asing bagi saya; pemandangannya dan suara-suaranya dan ritmenya masuk akal bagi saya. Saya mengenal orang-orang di sini, dan orang-orang mengenal saya. Akan tetapi, hanya berjarak dua puluh menit jauhnya dari rumah saya terdapat suatu tempat yang sangat berbeda -- kota St. Louis.

Bagaimana Saya Tahu Bahwa Saya Dipanggil?

Ketika saya duduk di bangku SMA, saya mengikuti sebuah tes karier. Hasilnya menunjukkan bahwa saya sebaiknya mempertimbangkan untuk menjadi, atas dasar kecocokan, seorang pengacara, jaksa, guru, dan pelayan Tuhan. Saya belajar ilmu hukum di universitas, menjadi seorang Kristen pada semester akhir, memutuskan untuk tidak magang menjadi pengacara, dan menolak pekerjaan di sebuah firma (Suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yang menjalankan badan usaha dengan nama bersama dengan tujuan untuk mendapatkan laba - Red) hukum, menjadi dosen, dan sekarang saya adalah seorang pendeta! Sebetulnya, saya sedang memastikan hasil tes itu. Saya selalu ingin menjadi pengacara dan saya menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan bahwa hasil tes tersebut memberi tahu saya apa yang saya ingin lakukan sejak dahulu.

Mengapa Misi Medis?

Suatu hari seorang laki-laki yang menderita penyakit kusta datang kepada Yesus dan memohon supaya disembuhkan (Matius 8:2-3). Yesus bisa saja memberi respons kepada orang ini dengan berbagai cara. Ia bisa saja, misalnya, seperti para imam dan orang Lewi dalam kisah orang Samaria yang baik hati dan berkata, "Saya sangat sibuk sekarang. Pergilah dan datanglah kembali nanti." Atau, Ia dapat menanggapi dengan kemarahan, seperti yang dilakukan oleh orang Farisi, dan berkata, "Berani sekali kamu mendekati-Ku, hai kamu pendosa najis. Kamu bisa menajiskan-Ku." Tidak. Sambil mengulurkan tangan dan memegang orang itu, Yesus menanggapi dengan cukup sederhana, "Aku mau. Jadilah sembuh."

?├Â?├º?├║Misi Sebagai Transformasi: Bagaimana Bersaksi Dalam Berbagai Konteks?├Â?├º?├┐

Saat ini di Indonesia, kekristenan sedang menghadapi fenomena resistensi dan marjinalisasi terhadap umat/misi kristen. Sejak tahun 2004 sampai 2012 saja tercatat perusakan dan penghancuran terhadap lebih dari 2500 gereja secara sistematis dan terpola. Fenomena ini terjadi di tengah-tengah euforia reformasi dan berjangkitnya radikalisme dan fundamentalisme di tanah air, seperti terlihat dari semakin banyaknya daerah yang menerapkan Perda Syariah.

Subscribe to Artikel